MAKNA SEBUAH NAMA

Ketika Kita Lahir Orang Tua kita memberikan sebuah nama yang penuh makna, nama yang nantinya menjadikan seorang anak mempunyai identitas dan makna..Demikan juga Bambang yang artisnya Seorang Kesatria.." Selamat Datang di Situs Kami SUPERBAMBANG"

16 Feb 2010

Catatan Kecil

Meski hanya sekedar sepatah dua patah kata aku beranikan untuk menulis biar kata orang Gaptek tapi semangat untuk belajar soal teknologi memberikan dorongan untuk selalu berkarya..
Setiap kali berjalan ke meja teman sekantor begitu dia memainkan keyboard komputernnya rasa kagum muncul dalam benak pikiranku.."wuih pintar sekali nich temen..bagimana bisa dia pelajarin semua program komputer" suasana asyik memainkan tangan diatas tombol-tombol keyboard serasa dinikmatin sekali, kadang saat obrolan Kopi Time bersama kami bersanda gurau " kalau gak megang komputer dan update blog setiap hari serasa belum puas" kalau orang bilang " sakau "
Menikmati suasana sebagai bloggers sejati dirasakan sahabatku ini, di sela-sela perkerjaannya setiap saat dia selalu mengupdate blogger miliknya, menyebarkan informasi, membagi informasi lewat dunia maya biar berguna buat banyak orang..
salut buatmu sobat..

catatan rabu pagi medio feb2010

15 Feb 2010

Satukan imajinasi dan kreativitas dalam bonsai

KATA PENGANTAR

Seni bonsai bukan lagi milik Cina atau Jepang, dan bukan lagi mutlak cerminan sebuah falsafah kepercayaan tertentu-.Mengapa tidak, bonsai yang selama ini ditampilkan dalam nuansa Cina atau Jepang dengan Tokonoma yang dihiasi kaligrafi Cina atau Jepang, kita tampilkan dalam nuansa Islami dengan kaligrafi Arab-

Seni itu hidup, tidak pernah berhenti berinteraksi dengan budaya dan nilai sosial di sekelilingnya.

Karya Agung sang Pencipta, itu adalah milik kita semua-dan tugas kita untuk melestarikannya.

—Robert Steven—

Bonsai merupakan salah satu seni pemangkasan tanaman (pohon) agar tumbuh kerdil, mini, atau cebol. Karenanya, untuk memperoleh bonsai yang sempurna membutuhkan waktu yang relatif lama. Selain itu, juga membutuhkan kreativitas, kesabaran, ketekunan dan kecintaan pembuatannya terhadap tanaman sebagai landasan utama dalam pembuatan dan perawatan bonsai. Istilah bonsai sendiri berasal dari bahasa Mandarin “penzai”. Dalam bahasa jepang, bonsai berasal dari kata bon yang berarti pot dan sai yang berarti tanaman. Dengan demikian bonsai bisa diartikan sebagai tanaman yang dikerdilkan dan ditanam di pot. Hal ini berarti tanaman kerdil, baik tang sudah tua maupun yang memilki kaidah bonsai lainnya, tetapi tidak ditanam didalam pot, tidak dapat disebut dengan bonsai. Sebaliknya, jika ada tanaman atau pohon yang ditanam di pot, tetapi tidak memiliki kriteria bonsai tidak bias disebut dengan bonsai. Perlu diketahui, kerdil dalam seni bonsai memiliki pengertian yang luas. Setiap jenis tanaman memiliki batasan kerdil yang berbeda. Bisa saja tanaman yang tingginya 1 meter dikategorikan kerdil, dan yang tingginya hanya 0,5 meter tidak masuk dalam kategori kerdil. Jadi , kerdil dalam seni bonsai adalah tanaman yang memiliki penampilan lebih mungil dari pada tanaman aslinya. Karenanya, tanaman herba atau semak meskipun tingginya kurang dari 1 meter tidak bias dikategorikan kerdil. Pasalnya di habitat aslinya memang tingginya hanya sekitar 1 meter.

Tren membonsai sudah dikenal luas sebagai tanaman hias yang tidak akan pernah surut oleh waktu ,karena bonsai memiliki keistimewaan yang sejati. Dan bonsai juga memilki penggemar yang kian bertambah

Seiring berlalunya waktu bonsai akan nampak indah apabila kita mau dan tak sungkan untuk merawatnya.

Dan sudah tentu membonsai juga ikut menghijaukan bumi dengan pekarangan yang tidak begitu luas.kita bisa memiliki pohon besar berukuran kerdil.

Semoga buku ini dapat menambah pengetahuan anda tentang bagaimana memulai imajinasi dan kreativitas anda dalam bonsai.semoga bermanfaat.

Benny Krismanto

Sejarah bonsai

Istilah bonsai ini muncul di jepang pada pemerintahan Kamakura (1192-1333) yang dicatat dalam Kasuga Srhire. Pada masa yang sama, sebuah ilustrasi tentang bonsai muncul dengan gambar yang terkenal milik seorang pendeta bernama honen, Ilustrasi itu menggambarkan bonsai dibuat de4ngan tujuan memenuhi kepuasan penggemarnya. Pada masa itu pohon-pohon dikumpulkan berbagai lokasi, seperti pegunungan dan lading, lalu dikerdilkan dan ditanam di pot.
Meskipun kata “bonsai” berasal dari bahasa jepang, seni bonsai pertama kali muncul di Cina pada masa pemerintahan Dinasti Tsin (265-420) dan semakin marak pada masa Dinasti Tang (618-907). Pada masa Dinasti yuan (1280-1368) banyak pejabat, pelajar, dan pedagang dari Jepang yang membawa seni bonsai itu ke negerinya. Di Jepang, pada tahun 1309, seni bonsai ini mulai marak dan banyak digemari masyarakat. Bukti konkretnya adalah banyaknya lukisan karya Takakane Takashima yang menggunakan bonsai sebagai objeknya

Bakalan bonsai

Tanaman atau pohon yang akan dibuat menjadi bonsai disebut dengan bakalan bonsai. Bakalan bonsai berupa tanaman yang diambil dari alam atau dari hasil perbanyakan, baik biji, setek, cangkok, okulasai, maupun enten. Dari mana pun asalnya, tanaman yang dimaksud harus memiliki kriteria-kriteria khusus. Hal ini disebabkan tidak semua jenis tanaman bisa dibentuk menjadi bonsai. Jika kriteria-kriteria tersebut terpenuhi, tentu kita bisa mendapatkan bonsai yang sempurna.

JENIS TANAMAN YANG BISA DIBONSAI
Umumnya, tanaman yang akan dibonsai harus memenuhi kriteria sebagai berikut :

a. Tanaman Dikotil

Tanaman dikotil atau berkeping dua umumnya berbentuk pohon yang keras dan berekambium. Jenis tanaman inilah yang paling ideal dijadikan bonsai. Tanaman jenis monokotil (seperti jenis kelapa dan bamboo) bisa juga dikerdilkan, tetapi disebut dengan bonsai sejati. Demikian juga dengan jenis semak dan perdu. Meskipun bisa dikerdilkan, tidak bisa dijadikan bonsai sejati.

b. Berumur Panjang

Idealnya, bonsai dibuat dari tanaman yang berumur panjang. Pasalnya, bonsai merupakan seni yang terus tumbuh, sehingga memerlukan tanaman yang biasa bertahan hidup puluhan, bahkan ratusan tahun.

c. Tahan Hidup Menderita

Tanaman yang akan dibonsai sebaiknya tahan hujan dan panas. Selain itu, juga tahan terhadap kondisi wadah yang sempit dan terbatas. Sebagai bonsai, tanaman harus biasa hidup terus meskipun jumlah makanan atau nutrisinya sedikit dengan perkembangan akar dan batang yang seadanya.

d. Bentuknya Indah Secara Alami
Secara alami, pohon yang akan dibonsai harus sudah memiliki daya tarik atau keindahan, baik daun, batang, akar, bunga, maupun buahnya. Keindahan tersebut akan semakin menonjol dan proporsional setelah mendapatkan perlakuan sesuai dengan tata cara pembonsaian yang benar.

e. Tahan Mendapat Perlakuan

Untuk mendapatkan bonsai yang sempurna, pohon atau bakalan bonsai perlu diperlakukan dengan teknik-teknik tertentu (detraining). Perlakuan seperti sebenarnya merupakan bentuk penyiksaan terhadap tanaman. Biasanya, tanaman yang tidak tahan akan mati. Karenanya, tanaman harus tahan dipahat, dikawat, dan juga dipangkas setiap saat.

Contoh tanaman yang bisa dibuat bonsai di antaranya,

Yaitu:

  • Azalea, -Cemara udang,
  • Cemara perak, -kaliage
  • Pinus, -Serut,
  • Asam, -Sakura,
  • Ulmus, -Kemuning,
  • Jeruk, -Sianto,
  • Beringin, -Hokiantea,
  • Bougenvill, - Buxux
  • Delima, -Kiputri dan tumbuhan lain.

IMAJINASI ADALAH KUNCI

Membuat bonsai tampaknya mudah dan sederhana. Padahal, membuat bonsai yang baik sebenarnya cukup sulit bagi orang awam dan gampang-gampang susah bagi yang sudah mengetahuinya. Yang jelas, menciptakan bonsai yang baik membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Paling cepat 2-4 tahun. Lamanya waktu tergantung pada jenis tanamannya. Ada 4 ukuran tinggi bonsai yang bisa dipilih, yakni miniature, kecil, sedang, dan rata-rata. Biasanya bonsai miniature tinggi hanya sekitar 5cm dan dipersiapkan selama sekitar 5 tahun. Bonsai kecil tinggi 5-15cm yang membutuhkan waktu persiapan sekitar 5-10 tahun. Bonsai berukuran sedang tinggi 15-30cm yang memerlukan waktui persiapan sekitar 3 tahun. Membuat bonsai membutuhkan kreativitas, ketekunan, ketelitian, dan kasih sayang.

MODEL ATAU GAYA BONSAI

Model atau gaya bonsai paling dasar yang perlu dikuasi pemula adalah berdasarkan gaya tumbuhnya, yakni formal dan menggantung. Penjabaran lebih jelas kedua gaya ini adalah sebagai berikut:

a.formal
Model atau gaya formal mengikuti pertumbuhan normal dari tanaman yang bersangkutan. Gaya ini terdiri dari tegak lurus, tegak berliku, dan miring.

1. Tegak Lurus (Chokkan)
Bonsai dengan gaya tegak lurus memiliki batang yang tegak lurus dari pangkal akar sampai ke top mahkota atau puncak batang. Diameter pangkal batang besar dan semakin ke atas batang semakin mengecil. Demikian juga dengan cabang dan ranting pun semakin ke ujung semakin mengecil. Diameter cabang dibagian bawah lebih besar dibandingkan dengan bagian atas. Akar bonsai ini kuat dan menjalar ke segala arah dipermukaan media tanam. Bonsai dengan gaya ini memiliki jarak antar cabang yang tidak merata. Semakin ke atas jarak antar cabangnya semakin rapat. Arah percabangan harus diperhatikan. Pembentukkan bonsai dengan gaya tegak lurus diawali dengan menentukan

cabang yang akan dijadikan sebagai top mahkota. Setelah cabang top mahkota ditentukan, batang yang terletak diatasnya dipotong. Sebaiknya, pemotongan batang tersebut menghadap kesamping atau kearah belakang agar bekas pemotongan tidak tampak didepan.

2. Tegak Berliku ( Moyogi )

Bonsai dengan gaya tegak berliku memiliki batang yang tegak, tetapi berlekuku-lekuk. Seperti halnya bonsai dengan gaya tegak lurus, bonsai ini juga memiliki pangkal batang yang besar dan semakin ke top mahkota mengecil. Cabang bagian bawah lebih besar dibandingkan cabang dengan bagian atasnya. Namun, cabang bagian atas itu tampak tumbuh di setiap lekukan batang. Cabang bagian bawah dibentuk hingga tingginya sepertiga dari tinggi keseluruhan batang. Lekukan sebaiknya selalu dibuat mengarah kekiri dan kekanan atau sebaliknya. Agar terkesan alami, arah cabang perlu dibuat kedepan agak menyerong kekiri atau kekanan, sehingga lekukannya tampak dari arah depan.

3. Gaya Miring (Slanting)

Bonsai dengan gaya miring mengesankan sebuah pohon yang tumbuh di sebuah lereng atau tanah yang miring. Bonsai dengan gaya ini memiliki pangkal batang yang lebih besar dari pada pucuk batangnya. Akarnya harus terkesan kuat menahan tegaknya pohon. Pembentukan bonsai bergaya miring diawali dengan pengawetan batang. Batang yang tadinya tumbuh tegak diubah arah tumbuhnya ke samping dengan melakukan pengawatan. Lama-kelamaan, batang yang dikawat akan tumbuh miring dengan sendirinya. Arah percabangan sebaiknya dibuat sejajar dengan

permukaan tanah atau merunduk kea rah permukaan tanah, sehingga kesan miring bisa terlihat jelas.

b. Menggantung ( cascade )
Gaya ini berlawanan dengan pertumbuhan normal tanaman. Gaya ini ada dua, yakni semi menggantung dan murni menggantung

1. Setengah Menggantung (Han-Kengai )

Bonsai dengan model setengah menggantung mengesankan pohon yang tumbuh di tempat-tempat tandus, seperti tebing yang curam. Pohon di sela-sela tebing pertumbuhannya akan membelok ke atas mencari cahaya. Jika dipindahkan ke pot, pohon itu tampak miring dan menggantung. Bonsai dengan gaya ini puncak atau top mahkotanya tidak boleh melebihi bibir pot
2. Menggantung ( Kengai )

Gaya menggantung sama dengan gaya setengah menggantung, hanya top mahkotanya melebihi atau jauh dibawah biir pot. Cara pembentukannya juga sama dengan pembentukan bonsai bergaya setengah menggantung.

Adapun gaya lain yang bias dipraktekkan oleh para penggemar bonsai pada umumnya mengikuti tumbuhnya pepohonan di alam liar yaitu sebagai berikut:
A.Literati ( Bujingi )

gaya yang utama adalah contoh dari pohon yang harus berjuang untuk bertahan hidup. Di alam ini gaya pohon tumbuh di daerah-daerah padat oleh banyak pohon-pohonan dan kompetisi yang sangat sengit pohon hanya dapat hidup jika tumbuh lebih tinggi, di antara pohon sekitarnya. Trunk crookedly yang tumbuh ke atas dan benar-benar tanpa percabangan karena matahari hanya menyinari bagian atas pohon. Untuk memastikan bahwa persaingan diantara pohon terlihat ketat, beberapa cabang “Jinned” (tanpa kulit). Bila kulit telah dihapus dari satu sisi trunk, trunk yang disebut sebagai “Shari”. Idenya adalah untuk menunjukkan bahwa pohon benar-benar harus berjuang untuk bertahan hidup. Pohon ini biasanya ditempatkan dalam,pot kecil, atau sepanjang Pot.

b. Tertiup Angin Kencang ( Fukinagashi )

Gaya ini juga mengesankan pohon yang harus bertahan hidup dikala terpaan angin besar yang melanda.seluruh daun cabang dan batang miring kesatu arah konstan dikarenakan tiupan angina sehingga akar mengesankan kuat

c. Berbatang Double ( Sokan )

gaya bonsai yang satu ini biasa terdapat di alam bebas,dan teknik membonsai gaya ini sangat biasa di lakukan ,dua batang dalam satu akar yang kuat.namun ada juga salah satu batang terkalahkan oleh batang yang lain.dan batang yang kecil menyentuh tanah atau lebih ramping,namun keduanya membentuk mahkota diatasnya.

d. Berbatang banyak ( Kabudachi )

Gaya membonsai yang satu ini memiliki kesamaan dengan gaya membonsai double,namun lebih dari 3 batang yang kesemuanya tumbuh diatas akar yang sama,dan membentuk mahkota disalah satu batang yang tertinggi.

e.Hutan /group ( Yose-Ue )

Gaya membonsai ini juga memiliki kesamaan dengan gaya kabudachi hanya saja terdiri dari berbagai macam jenis pohon dan bentuk gaya yang beragam dan pohon utama diletakkan ditengah pot .gaya ini juga memiliki pot yang unik ,datar dan lebar agar memiliki kesan hutan yang sesungguhnyanamun harus diingat pilihlah pot yang sesuai agar memiliki kesan alami

f.Akar menerjang bebatuan ( Seki-Joju)

Di pegunungan karang yang terjal terkadang pohon harus mencari tanah yang subur untuk akar mereka.dan tanah yang subur ini terdapai di pecahan karang atau bahkan ada di bawah karang itu sendiri.Dalam membonsai pohon harus ditempatkan dipot diatas batuan.dan batuan yang digunakan harus memiliki kesan unik agar memiliki daya tarik tersendiri.

g. tumbuh diatas bebatuan ( Ishisuki )

Gaya ini tebilang unik karna pohon harus tumbuh dicelah atau dilobang bebatuan.artinya pohon harus tumbuh dengan nutrisi tanah dan air yang apa adanya.dan pohon harus nampak kurang sehat namun tetap bertahan hidup .karna sedikitnya kadar air dalam tanah kita harus sering menyirami pohon ini.dan dan harus diingat pula batuan harus dapat menyimpan kadar air.

h.Tumbang mengakar ( Ikadabuki )

Terkadang pohon yang tumbang dapat terus tumbuh.karena akar masih ada dan nutrisi tanah mendukung pertumbuhan.sampai terbentuklah pangakaran yang baru.dan menunjang pertumbuhan,bertunaslah batang (3atau lebih) dengan daun yang lebat .dalam membonsai agar tampak alami buatlah sedemikian rupa penanaman dalam pot seperti pohon yang tumbang namun tetap hidup.

i. Driftwood ( Sharimiki )

Seiring berlalunya waktu.pohon dapat tumbuh dalam berbagai cuaca sehingga akar sampai batang kadang membesar dan meruncing diatas.Dalam pembuatan bonsai gaya ini pergunakan alat2 khusus sehingga bonsai tampak lebih alami, beberapa pohon gundul atau mengembangkan barkless tempat mereka pada batang sebagai akibat dari kondisi cuaca tajam. Barkless porsi yang biasanya dimulai di tempat di mana akar muncul dari tanah, dan berkembang semakin tipis. Intensitas cahaya matahari dapat bleach bagian ini, yang sangat khas membentuk bagian pohon. Bonsai dengan kulit akan dihapus dengan pisau yang sangat tajam dan dianggap barkless spot dengan calcium sulfate untuk mempercepat proses yang pemutihan.

j. Broom ( Hokidachi )

Gaya ini memeperagakan pohon yang tumbuh dengan baik dialam ( sinar matahari yang cukup dan tanah yang bernutrisi) sehingga batang terlihat kuat dan cabang tidak meruncing keatas namun kesegala arah kira-kira 1/3 dari keseluruhan tinggi pohon.dan membentuk setengah lingkaran.di negara bermusim gugur gaya bonsai ini akan terlihat bagus karena batang terlihat saaat daun berguguran.

TEKNIK DASAR DALAM MEMBONSAI

a. pemotongan dan pemangkasan
prinsipnya, pemotongan dan pemangkasan dilakukan hingga lukanya rata dengan permukaan pangkal tumbuhannya. Pemotongan batang atau cabang yang kurang sehat atau pertumbuhannya jelek harus mempertimbangkan pertumbuhan cabang atau lainnya yang sehat. Pertumbuhan bisa diperbanyak dengan cara pemotongan akar mengarah ke samping. agar bentuknya teratur dan penampilannya juga menjadi indah. Ranting yang tidak perlu atau merusak pemandangan bisa dibuang dan gunakan imajinasi dalam memangkasnya

b. pengawatan
Bertujuan membentuk batang, cabang, dan ranting agar tumbuh sesuai dengan arah yang diinginkan. Pengawatan harus dilakukan dengan hati-hati. Jangan terlalu kencang, tetapi jangan terlalu longgar.

PEMBUKAAN KAWAT
Bisa dilakukan setelah kawat tampak tenggelam atau masuk ke dalam batang, cabang, atau ranting bonsai. Dilakukan dengan hati-hati mengikuti arah lilitannya dan harus diusahakan tidak sampai tidak menyebabkan luka

c. posisi bonsai di pot
Posisi yang sempurna ditentukan oleh letak tanaman di pot yang digunakan. Posisi bonsai tergantung pada gaya yang digunakan. Jadi, bonsai tidak harus ditanam ditengah-tengah pot. Dipot persegi panjang, lonjong, atau oval, atau pot memanjang, tanaman bisa diletakan dengan jarak sepertiga dari sisi pot.

d. penanaman
Langkah-langkah penanaman bonsai:

  • siapkan pot, media tanam, dan bakalan bonsai
  • kurangi akar bakalan bonsai agar sesuai dengan ukuran pot
  • masukkan sebagian media tanam ke dalam pot
  • tanam bakalan dengan posisi tanam yang pas
  • masukkan kembali media tanam untuk menguatkan posisi tanam tersebut, kemudian padatkan menggunakan ujung jari dan telapak tangan
  • rawat bonsai dengan baik

e. Menciptakan kesan tua
Bonsai akan lebih bagus jika tanaman tersebut diberi kesan tua. Kesan tua ini biasanya ditandai dengan pertumbuhan cabang yang rata-rata merunduk ke bawah dan akar yang menjalar sampai permukaan tanah

A. PENYIRAMAN
Pada musim kemarau bonsai sebaiknya disiram setiap hari, pada pagi dan sore hari. Air untuk penyiraman harus air jernih, bersih, tidak berbau, dan bebas garam. Penyiraman dilakukan dengan dua cara. Pertama, menyiramkan air secara langsung kepada media tanam. Kedua, mencelupkan pot bersana media tanamnya kedalam air hingga air dapat meresap dan media tanam basah benar.

B. PEMUPUKAN
Harus dilakukan dengan dosis yang tepat. Frekuensi pemupukan yang disarankan adalah sebulan sekali dengan pupuk yang digunakan NPK dan urea. Pupuk daun juga bisa diberikan sebulan tiga kali.

C. PENYIANGAN DAN PEMANGKASAN
Penyiangan dilakukan setiap hari. Terutama jika terlihat adanya gulma (tanaman liar) di media tanam. Untuk menghindari gulma disarankan untuk memberi lumut di permukaan media tanam. Lumut berwarna hijau sekaligus berfungsi sebagai indicator kelembapan. Pemangkasan batang, cabang, ranting, dan daun bonsai dilakukan untuk membentuk bonsai sesuai dengan keinginan. Disesuaikan dengan kebutuhan atau sesuai dengan kondisi bonsai itu sendiri. Jika pertumbuhan bonsai jenis tanaman yang cepat, pemangkasan dilakukan sebulan sekali. Jika bonsai tanaman yang pertumbuhannya lambat, pemangkasan cukup dilakukan 2-3 bukan sekali

D. PEMBUKAAN KAWAT
Bisa dilakukan setelah kawat tampak tenggelam atau masuk ke dalam batang, cabang, atau ranting bonsai. Dilakukan dengan hati-hati mengikuti arah lilitannya dan harus diusahakan tidak sampai tidak menyebabkan luka.

E. REPOTTING

a. pengganti media tanam dan pemangkasan akar
Harus dilakukan jika akar telah tumbuh padat. Biasanya pada saat bonsai berumus enam bulan atau satu tahun sejak pembuatan.caranya, bonsai dilepaskan dari potnya, kemudian separuh dari media tanam yang menenpel pada perakaran dibuang dan separuhnya dibiarkan tetap menempel

b. pengganti dan perubahan tata letak pot bonsai
Dilakukan pada saat penggantian media tanam. Sama dengan penggantian media tanam,jika bonsai sudah semakin membesar dan akarnya memenuhi pot. Idealnya dua kali penggantian media tanam. . Diupayakan agar pada waktu mengganti pot, tidak mengganggu sistem perakaran dan hindari pemotongan akar. Repotting dilakukan pada awal kemarau, untuk menghindari akar menjadi busuk karena setiap pengangkatan akar, biasanya akan meninggalkan luka kecil dan bisa menjadi infeksi kalau kena air.

Faktor pendukung

menjaga factor-faktor berikut dapat membuat bonsai anda normal dan tumbuh sehat :

Cahaya: Bonsai membutuhkan cahaya konstan yang terang.baiknya bonsai diletakkan di tempat yang tidak terlalu terik terkena cahaya matahari.seperti dibawah pohon besar atau diambang jendela. dimusim penghujan yang cahayanya kurang.dapat ditambahkan dengan lampu khusus yang tersedia dipusat tanaman .

Suhu: Pada musim dingin, memelihara tanaman bonsai dari windowsills dan langsung dari sumber panas seperti radiators. Selama musim dingin, jika bonsai tidak menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan, minimum suhu 50 ° F (10 ° C) akan berlaku. Selama musim berkembang, sebagian besar bonsai memerlukan suhu dari 60 hingga 70 ° F (15 sampai 21 ° C).

Pot Bonsai: Pot harus memiliki satu atau lebih lubang drainase di bawahnya dan mungkin juga memiliki beberapa lubang kecil untuk mengikat pohon di pot tersebut.

Potting kompos: Pemberian kompos dalam jumlah yang seimbang antara pasir dan lumut agar tanah didalam pot tidak terlalu basah namun akan terdeteksi kurangnya air dari lumut yang kering.

Air dan kelembaban: Bonsai harus terus dipelihara lembab, terutama tetapi tidak boleh terlalau banyak air. Hal ini akan memblokir aliran udara melalui kompos dan sebagainya membahayakan kesehatan tanaman.cek kondisi tanaman di pagi hari, untuk mencegah penyakit seperti jamur.

Pupuk: seimbang dengan pupuk setiap tiga sampai empat bulan Gunakan tinggi kalium karbonat pakan dari pertengahan musim gugur hingga pertengahan musim dingin. Tidak berlaku pupuk dari pertengahan musim dingin hingga pertengahan musim semi

Perawatan perkakas bonsai anda.
Beberapa hal yang mungkin untuk mendapatkan perawatan dan pemeliharaan alat-alat Anda. Ingat Anda memiliki investasi yang signifikan dalam perangkat Anda, beberapa menit setelah menggunakanmereka harus segara dibersihkan.

1. WD40: spray ini menyapu bersih getah pohon dan sebagainya dan biasanya digunakan untuk mencegah karat.

2. Alkohol: disarankan untuk mensterilkan alat Anda setelah digunakan disetiap pohon. Saya menemukan bahwa lebih sedikit. Bersihkan dengan alkohol dan menindaklanjuti dengan WD40.

3. Lighter Fluid: Gunakan untuk membersihkan getah apapun yang menempel ke perangkat. Nail polish remover tampaknya baik untuk digunakan .

4. Honing Stones: tajamkan selalu pisau potong anda apabila sudah terlalu tumpul .Dalam hal ini jika Anda merasa tidak nyaman dalam menanggulangi pekerjaan ini, bawa ke profesional. Pembersihan alat dengan baik akan menyembuhkan luka tanaman lebih cepat.

5. Gun Biru: The Black alat Jepang telah dirawat dengan bluing pada proses meniru. Tidak ada cara yang bisa kita ulangi proses ini, tapi senapan biru yang kedua adalah hal yang terbaik.

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

Cara yang paling mudah untuk mengendalikan hama dan penyakit bonsai adalah dengan perawatan dan pengamatan secara teratur.Mmeskipun demikian ,kalau serangan tetap terjadi perlu dilakukan upaya penanggulangan sebagai berikut .

Bila ternyata tanaman tetap sakit walau perawatan dan pemeliharaan sudah betul,maka hal pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa dengan teliti jenis tanaman .bila tak ada tanda2 serangan didaun kita juga perlu melihat akar ,bila penam pilan akar masih kuat dan ujung akar masih berwarna putih berarti fungsi akar masih baik

Namun bila akar berwarna kecoklatan dan berubah bentuk,bisa dipastikan ada hama atau penyakit yang menyerang .

Adapun hama dan penyakit yang biasa menyerang bonsai adalah sebagai berikut :

A.aphis

Serangga ini biasa terlihat bibawah daun mengumpul di tulang atau pucuk daun / tunas daun,pengendalian hama ini cukup mudah dengan cara meyemprotkan air bertekanan tinggi supaya jatuh dan mati,atau dapat pula kita gunakan insektisida ringan.

B.semut

Sebenarnya semut tidak merugikan bonsai secara langsung namun semut muncul bersamaan dengan aphis,dan membantu penyebaran aphis.

C.aphis akar

Aphis ini dapat menyebabkan daun bonsai menjadi layu. Ia merupakan serangga putih kecil yang hidupnya di akar tanaman. Namun jangan salah sebab ada sejenis cendawan yang hidupnya juga diakar, sering berbentuk buntalan-buntalan kecil bening dan umumnya terdapat di akar pohon pinus (Mycorrhiza). Cendawan ini menguntungkan bagi tanaman, sebab ia bersimbiosis mutualisme dengan akar tanaman tersebut.
Hama Aphis akar bisa dikendalikan dengan penyemprotan insektisida yang diinjeksikan langsung ke dalam tanah.

D.KUTU WOL atau KUTU PUTIH

Hama ini biasa dijumpai di batang, dicabang-cabang atau pangkal tangkai daun, dan disepanjang tulangdaun. Bentuknya seperti bola kapas atau wol kecil-kecil. Perlakuan pengendaliannya sama dengan Aphis.
E.KUTU TEMPURUNG atau PERISAI

Koloninya biasanya menempel dipermukaan bawah daun, baik dipohon lunak atau keras. Bentuknya seperti tempurung atau sisik-sisik kecil, umumnya berwarna coklat. Pengendalian bisa dilakukan dengan membuangnya menggunakan tangan, sikat halus atau dengan insektisida sistemik.

F.ULAT DAUN

Hama ini mudah terlihat, dan sering berada tidak jauh dari tanamannya, sehingga penaggulangannya pun lebih mudah. Caranya cukup dengan mengambil ulatnya bila terlihat lalu membunuhnya, atau semprot dengan insektisida secara berkala untuk menghindari serangan.

G.TUNGAU MERAH

Hama ini biasanya menyerang tanaman juniperus, blackpine, bila cuaca lebih kering dari biasanya. Gejala serangan: daun menjadi kekuningan dan pucat. Umumnya ia hanya menyerang bagian-bagian tertentu dari tanaman. Untuk melihatnya, Anda harus meletakkan selembar kertas putih bersih di bawah tajuk, lalu batangnya ditepuk-tepuk supaya hama jatuh. Di atas kertas itu akan terlihat makhluk kecil berwarna merah yang berjalan pelan. Untuk melihat bentuknya secara jelas makhluk itu harus diletakkan dibawah kaca pembesar atau mikroskop.
Perlakuan khusus harus diberikan untuk menaggulangi hama ini, biasanya digunakan Akarisida Sistemik yang sesuai dan dosis yang dianjurkan. Pengendalian secara dini harus dilakukan pada saat periode vegetatif muncul.

H.CACING TANAH

Sebenarnya hewan ini tidak merusak secara langsung tapi kotoran yang dikeluarkannya sangat lengket hingga bisa menyebabkan terganggunya drainase. Jadi hama ini harus dihindari.
I.SIPUT

Hewan ini memakan seluruh bagian tanaman. Pemberantasannya harus dilakukan pagi-pagi benar, sebab aktifitasnya hanya pada malam hari. Namun ia juga bisa dikendalikan dengan cara meletakkan pellet beracun khusus untuknya. Cara lain yang lebih mudah, yaitu memancing kedatangannya dengan meletakan tapai singkong atau ketan diatas permukaan tanah pada malam hari, lalu keesokan paginya siput yang ada di sekitar tapai dibunuh.

J.THRIPS

Serangga ini umumnya menyerang daun tanaman beringin (Ficus benyamina). Daun yang diserangnya akan melipat dan menangkup. Bila tangkupannya dibuka , didalamnya terlihat serangga Thrips itu. Bentuknya seperti jarum-jarum berjalan, bila diganggu kadang bagian belakang tubuhnya (abdomen) mengangkat ke atas.Ukurannya kecil

Selain berbagai jenis seranggga diatas. Hewan peliharaan anda seperti kucing,ayam,anjing,kelinci,dapat mengganggu pertumbuhan bonsai anda,dan yang perlu diingat jauhkan bonsai dari jangkauan anak2. karena anak2 dapat merubah bentuk pengawatan bonsai anda.

SEMOGA BERMANFAAT DAN SELAMAT MENCOBA

Kepepet Pake Bahasa Inggris

Kepepet Pake Bahasa Inggris

Kepepet atau terdesak dalam bahasa Jawa. Secara psikologi jika orang sudah dalam keadaan terdesak, maka dia akan melakukan apapun untuk melepaskan tekanan. Ada faktor adrenalin disitu. Adrenalin memicu kinerja tubuh menjadi meningkat, ditandai dengan naiknya frekuensi detak jantung dan keluar keringat dingin. Makanya, orang kalo uda kepepet kadang jadi lebih gesit, cerdas dan lihai.

Seorang teman (WNI) yang pernah bekerja di Filipina bercerita tentang bagaimana dia bisa sedikit bisa bicara bahasa Tagalog. "Minimal harus bisa berterima kasih, ucapan selamat, ato ngajakin dugem. Biar gampang diterima dan bergaul.", demikian katanya. Seorang Pinoy (orang Filipina) menimpali, "If you want to speak Tagalog fast, you should have a Pinoy girl friend". Hmmm...

Dua orang Aussie (orang Australia) diketahui sanggup berbicara bahasa Indonesia dengan baik. Salah satunya bahkan dengan dialek jakarta lengkap dengan "loe-gue" nya. Ternyata mereka pernah 5 tahun di jakarta. Seorang bos asli Amerika bahkan pernah memarahi sopir kelahiran Tanjung Pinang dengan bahasa Melayu. Ternyata pernah tinggal di Batam selama 3 tahun. Sebenarnya ini bukan fakta yang baru dan mengejutkan. Snouck Hurgronje (1857-1936) diketahui bisa berbahasa Arab karena pernah tinggal di Mekah. Dan sebagai konsultan pemerintah Belanda untuk perang Aceh, konon kabarnya Meneer Snouck juga menguasai bahasa Aceh.

Beberapa kali di mailing list FEC muncul curhat pengen berbahasa Inggris dengan baik. Ada yang mengeluh uda bertahun2 belajar, tapi sering blank kalo ngobrol. Ada yang ga ngerti harus ngomong bagaimana dalam bercakap2. Ada yang ga yakin penggunaan dengan benar. Dan sebagainya dan lain-lain. Kira2 apa yang membuat mereka ini, bapak-bapak dan ibu-ibu, harus mengeluh yang 'tidak perlu'. Ya, tidak perlu. Jaman saya kuliah, sejak SMP hingga SMA dijejalin bahasa Inggris. Ngapain kok ga bisa2? Bahkan ga yakin akan kemampuannya? Apa yang salah? Posting ini tidak membahas peranan pemerintah melalui program pendidikannya. Tapi, bagaimana menunjukkan peran diri sendiri dalam meningkatkan kemauan.

Contoh pada paragraf 2, menunjukkan power of kepepet dari masing2 orang. Saya juga mengerti ada lebih banyak bule yang punya 'girl friend' orang lokal, bahkan istri sah, dan tetap tidak bisa berbahasa lokal. Beberapa diantaranya mengaku tidak mau belajar. Sulit, katanya. "So I can stay calm when my wife is making noise. Because I don't understand". Hahaha....tricky sih.
Dari contoh diatas pula kita bisa menarik kesimpulan sementara. Lingkungan dimana anda berinteraksi itu sangat-sangat berpengaruh. Bayi dari ras apapun kalo ditaruh di Batam, niscaya pasti bisa berbahasa Melayu. Jadi lingkungan memegang peranan 60-80% dari kemampuan berbahasa seseorang. Sedangkan sisanya 20-40% adalah kemauan. Kalo uda niat ga mau, ya....ga akan bisa. Berdasarkan perkiraan diatas (ya, saya kira2 seenak udelku :p), berarti anda harus kepepet dulu untuk bisa belajar dengan cepat dan (ga terlalu) mudah. Dan itu berarti anda harus 'nyemplung' (jw: terjun) ke lingkungan yang menggunakan primary language, bahasa Inggris. Sesuai dengan pepatah bijak Melayu (eh..ato Minang ya?), "Dimana tanah dipijak disitu langit dijunjung".

Cara paling gampang untuk mudah berbahasa inggris adalah anda harus pergi ke negara yang bahasa utamanya adalah bahasa inggris.. Penyebab utamanya adalah anda harus bisa survive di sana. Untuk makan saja, anda harus ngomong pake bahasa Inggris. Kalo anda makan 3 kali sehari, ya...belajarnya 3 kali sehari. Belum lagi kalo berinteraksi dengan orang lain. Alhasil, kalo anda ga mau ato malu, bisa mati kelaparan. Hehehe...lebay sih. Kemahalan ya?

Ok, gimana kalo anda harus bekerja di perusahan multinasional yang korespondensinya menggunakan bahasa inggris? Anda juga harus survive untuk mengerjakan tugas dengan baik dan benar. Apalagi jika kolega dan bos anda adalah expat dan tidak mengerti bahasa Indonesia, pasti anda bakal mati2an berusaha bisa. Jika anda keukeuh untuk menggunakan bahasa lokal dan tidak mau belajar, alhasil anda juga susah berprestasi. Beberapa teman saya bisa menguasai bahasa Inggris dengan baik dengan cara ini. Belum tentu bisa diterima di perusahan itu ya?

Ok, gimana dengan anda datang ke klub bahasa inggris? Ini uda paling gampang loh. Bertemu dengan teman2 yang sama2 belajar. Anda bisa saling mengkoreksi. Kalo sama2 tidak paham ato tidak nyambung, ya boleh dicampur2 pake bahasa Indonesia. Ada seorang teman yang berhasil berangkat ke Jepang melalui program pertukaran pelajar dan melatih bahasanya melalui cara ini. Belum tentu ada ya? Ini bisa disiasati denga ngumpul sama teman2 sendiri. Praktekkan saja obrolan di film2 kalo bingung materinya. Ato, susah ngatur waktunya ya?

Ok, gimana kalo anda belajar sendiri? Murah, privat dan bebas kapan mau belajar. Ada banyak buku yang bisa dibaca, quiz online yang bertebaran di internet, film yang bisa digunakan sebagai referensi. Tinggal dimantapkan saja kelemahan2 anda. Ini artinya anda harus mem-push diri anda sendiri. Dan, itu yang sangat susah. Melawan diri sendiri.

Kalo uda gini...alasan apalagi nih? Kalo alasannya malas, ya sudah ga akan bisa. Kalo alasannya malu, engga telanjang kok malu. Xixixi...

*Les? Asumsi saya kalo les berarti punya duit dan waktu. Berarti ndak kepepet

Bintan

14 Feb 2010

Memanfaatkan Games Pada Training

Sekumpulan anak sedang bermain bersama membuat sebuah istana pasir di pantai. Ada yang rajin, ada juga yang malas. Ada yang idenya mengalir dan dapat mengarahkan teman-temannya yang lain, ada juga yang hanya menjadi pengikut yang menurut pada perintah teman yang lain. Kadangkala terdengar mereka bertengkar satu sama lain, kadang tertawa riang bersama penuh kepuasan. Setelah selesai, mereka berganti permainan dan melanjutkannya hingga selesai atau berhenti karena mereka harus segera pulang ke rumah masing-masing.

Pada saat bermain, seorang anak tanpa sadar melibatkan segenap pikiran, usaha, dan tenaganya untuk menyelesaikan permainan tersebut. Dalam permainan-permainan tersebut seringkali muncul perilaku-perilaku atau ide-ide tertentu yang menjadi dasar dari pola interaksi antar manusia. Kalau kita amati lebih lanjut pada saat mereka bermain dapat kita lihat bagaimana mereka bicara, mengeluarkan pendapat, memimpin, memecahkan masalah, mengatasi konflik, memotivasi dan lain sebagainya, yang sebenarnya merupakan miniatur dari pola-pola dasar dalam interaksi manusia dewasa.

Manusia pada dasarnya merupakan homo ludens, makhluk yang senang bermain. Jikalau kita sodorkan sebuah permainan, besar kemungkinan mereka akan tertarik dan menikmati permainan tersebut. Manusia juga merupakan homo socius, yang tidak dapat hidup sendiri tanpa kehadiran manusia lain. Dalam kehidupannya, manusia terus mengembangkan perilaku-perilaku yang dibutuhkan dan sesuai dengan lingkungannya.

Pemanfaatan games dalam mengembangkan sumber daya manusia salah satunya didasari pada penjelasan di atas. Kita dapat menyusun satu atau serangkaian aktivitas dalam bentuk games untuk mengembangkan aspek perilaku tertentu. Syaratnya, games yang kita susun harus mampu memunculkan aspek perilaku yang ingin kita kembangkan. Kemunculan perilaku tersebut dapat bervariasi dari yang sangat tidak sesuai dengan yang kita harapkan, sesuai atau bahkan justeru melebihi dari yang kita harapkan.

Perilaku-perilaku yang kita jadikan standard tersebut biasanya merupakan bagian dari objectives sebuah training / pelatihan dan bisa juga dari proses development / pengembangan individu. Berdasarkan tingkat kesesuaian antara perilaku yang dimunculkan dalam training (melalui games) dengan objectives yang ditetapkan dilakukanlah intervensi yang sering disebut sebagai fasilitasi. Proses Fasilitasi ini dilakukan oleh seorang fasilitator dengan tujuan memperbaiki dan mengembangkan perilaku-perilaku efektif dan meminimalkan yang tidak efektif, dalam interaksi antar manusia.

Melalui proses fasilitasi ini, seorang trainee diajak untuk menggali insight atau learning point dari games yang telah dilakukannya. Bukan sekedar bermain, seorang trainee telah mengerahkan potensinya dan orisinalitasnya dalam menyelesaikan sebuah games. Hal inilah yang kemudian menjadi dasar proses fasilitasi.

Dari sini dapat kita lihat bahwa ketepatan penyusunan games dalam rangka menggali aspek perilaku tertentu menjadi sangat krusial dalam proses pengembangan individu. Games yang disusun sedapat mungkin analog dengan dengan situasi real dan mampu memunculkan perilaku-perilaku yang diperlukan / ditampilkan dalam situasi-situasi real tersebut.

Tidak dapat dipungkiri juga bahwa ketiadaan dan kegagalan dalam proses fasiltasi juga membuat trainee hanya memperoleh fun dan lelah tanpa learning point apapun.

Sebuah contoh sederhana dalam sebuah games yang dinamakan Line Up atau Berbaris. Beberapa orang diminta menyusun barisan dari depan ke belakang secepat-cepatnya dengan kriteria-kriteria tertentu, misalnya berdasarkan angka tanggal lahir yang paling kecil. Dalam permainan tersebut ada yang sangat bersemangat dan berinisiatif bertanya kepada yang lain, ada yang diam-diam saja namun mendengarkan dan mencoba menempatkan diri dalam barisan, dan ada juga yang hanya diam mengikuti instruksi yang lainnya. Jika kita ingin menggali inisiatif dan komunikasi dua arah sebagai bagian dari insight yang kita ingin sampaikan (objectives) maka kejadian-kejadian tersebut dapat menjadi bahan diskusi setelah games selesai dimainkan. Jika tidak dibahas atau difasilitasi dengan baik maka hal-hal tersebut hanya akan terlewati dan yang didapat tentunya hanya fun saja.

Penjelasan di atas lebih mengarah kepada pemanfaatan games sebagai sarana pengembangan sumber daya manusia. Namun tidak salah juga kalau kita hanya ingin memberikan unsur fun dari sebuah games. Pemanfaatan games dalam porsi demikian seringkali disebut sebagai Energizer atau icebreaking.

Energizer atau icebreaking ini seringkali dilakukan dalam proses pencairan interaksi di antara orang-orang yang baru bertemu, dan atau dapat juga untuk menghangatkan suasana dalam sebuah meeting atau kelas training. Tidak perlu dan tidak harus ada proses fasilitasi atau penggalian insight dari aktifitas games yang seperti ini. Namun, harus diingat bahwa cara membawakannya pun harus dengan antusias agar audience / peserta dapat menjadi semangat kembali.

Pada dasarnya, pemanfaatan games untuk kedua kebutuhan tersebut, training / pengembangan dan energizer / icebreaking, dapat dilakukan di dalam ruangan (indoor) maupun di luar ruangan (outdoor). Cukup banyak permainan yang dapat dimainkan di kedua tempat tersebut, namun ada juga games-games yang hanya dapat dimainkan di indoor saja atau di outdoor saja. Alat-alat maupun pelengkap permainan dapat saja digunakan sepanjang dapat menunjang tercapainya pemanfaatan games tersebut. Penulis sendiri selama ini selalu memanfaatkan games dalam melakukan tugas memberikan pelatihan di organisasi. Banyak yang bisa digali dan dikembangkan dari respon-respon peserta yang genuine dan kerapkali diluar dugaan, bahkan di luar dugaan si peserta sendiri yang merasa potensinya ternyata jauh dari apa yang diketahuinya selama ini.

Kita mesti bijak dalam memilih, menentukan, dan menggunakan games, apakah itu untuk kepentingan pengembangan atau sekedar fun. Jangan sampai justeru tujuan tidak pernah tercapai hanya karena kita sendiri hanya ikut-ikutan memainkan sebuah games tanpa tahu tujuan / objectives yang kita inginkan.

Penulis menyarankan untuk tidak latah menggunakan games secara sembarangan dengan embel-embel training. Sebagai energizer atau icebreaking dalam meeting atau sebuah acara gathering tentu tidak ada masalah. Namun ketika games hanya menjadi sebuah permainan tanpa pernah dimaknai, maka games hanyalah tinggal penghangat suasana.

Motivasi

Pekerjaan seorang manajer di tempat kerjanya adalah melakukan penyeliaan terhadap para karyawannya dengan intensif. Tujuannya, agar karyawan bekerja dan berkinerja sesuai standar yang sudah ditentukan perusahaan. Untuk itu manajer harus mampu memotivasi mereka. Namun itu mudah diucapkan, sulit diterapkan. Motivasi sebagai teori merupakan hal yang tidak sederhana untuk diparaktekan karena ia menyangkut beragam disiplin ilmu. Kegagalan dalam memotivasi bisa jadi karena lemahnya dalam berkomunikasi dengan karyawan yang antara lain dicerminkan oleh sikap manajer.

Sikap manajer dalam berkomunikasi, termasuk sikap terhadap diri sendiri dan sikap terhadap lawan bicara, sikap terhadap konten (materi pesan) dan penguasaan terhadap konten yang akan disampaikan, serta level pengetahuan karyawan sebagai penerima pesan terhadap materi tersebut. Manajer harus memiliki pengetahuan yang lebih baik dari karyawan atau memahami apa yang telah diketahui oleh karyawan agar dapat menentukan cara efektif penyampaian pesan dan sekaligus menentukan konten yang masih perlu disampaikan.

Pertimbangan terhadap semua ini akan dapat membantu manajer menyampaikan pesan yang dapat dimengerti dan dipahami oleh karyawan. Jika tidak, kegiatan komunikasi lebih mungkin menjadi gagal. Banyak kegiatan komunikasi menjadi tidak menyenangkan hanya karena pihak-pihak yang berkomunikasi, dalam hal ini karyawan, tidak mengerti apa yang dimaksud oleh manajer. Akibatnya pihak karyawan sebagai penerima pesan tidak atau kurang punya motivasi.

Motivasi diibaratkan sebagai jantungnya manajemen karyawan. Motivasi merupakan dorongan yang membuat karyawan melakukan sesuatu dengan cara dan untuk mencapai tujuan tertentu. Tidak ada keberhasilan mengerjakan sesuatu, seperti mengelola karyawan, tanpa adanya motivasi baik dari manajer maupun dari karyawan. Manajer membutuhkan ketrampilan untuk memahami dan menciptakan kondisi dimana semua anggota tim kerja dapat termotivasi. Ini tantangan besar karena tiap karyawan memiliki perbedaan karakteristik dan respon pada kondisi yang berbeda. Sementara, kondisi itu sendiri termasuk jenis masalah selalu berubah-ubah sepanjang waktu. Semua itu sebagai prasyarat mencapai motivasi karyawan yang efektif yang didukung lingkungan manajemen, suasana komunikasi, dan kepemimpinan yang nyaman. Sebaliknya karyawan yang tidak memiliki motivasi dicirikan antara lain oleh sering stres, sakit fisik, malas bekerja, kualitas kerja rendah, komunikasi personal yang kurang, dan masa bodoh dengan tugas pekerjaannya.

Apa motif seorang karyawan mau bekerja? Ya, harus dipahami bahwa semua karena memiliki keinginan dan kepentingan. Manajer sendiri siap bekerja karena memiliki beberapa keinginan: untuk mengabdi sesuai dengan ajaran agama yaitu ibadah dan mendapat pahala, keinginan untuk hidup sejahtera, keinginan untuk mencapai posisi tertentu, keinginan akan kekuasaan, dan keinginan untuk pengakuan status sosial. Sementara karyawan disamping berkeinginan untuk mengaktualisasi diri tentunya juga untuk meningkatkan kesejahteraan dirinya dan keluarganya. Seorang karyawan yang termotivasi biasanya bersifat energetik dan semangat dalam mengerjakan sesuatu secara konsisten dan aktif mencari peran dengan tanggung jawab yang lebih besar. Beberapa karyawan boleh jadi tidak merasa takut kalau dihadapkan pada tantangan bahkan justru termotivasi untuk mengatasinya. Seorang atau beberapa karyawan dalam tim yang motivasinya tinggi dapat membangkitkan semangat rekan-rekan lainnya dan membawanya ke arah prestasi yang semakin tinggi. Dan biasanya mereka yang memiliki motivasi sekaligus juga memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik dan luwes dalam pergaulan.

Sebaliknya para karyawan yang motivasinya kurang akan sering menampilkan rasa tidak senang akan tugas-tugas dan tujuannya serta cenderung masa bodoh. Akibatnya, kinerja mereka menjadi buruk dan sering melepaskan tanggung jawabnya. Mereka umumnya datang terlambat atau tidak masuk kerja. Kecerdasan komunikasinya relatif sangat rendah dan cenderung suka memprovokasi rekan-rekan kerjanya. Mereka kerap mengeluh dan membesar-besarkan masalah yang sebenarnya kecil. Sebagai konsekuensinya karyawan tersebut akan sulit mengatasi perubahan-perubahan yang terjadi. Kemorosotan motivasi bagai suatu infeksi yang sulit disembuhkan. Nah disinilah pihak manajer harus memiliki daya tanggap dan kepekaan tinggi terhadap karyawan seperti itu. Ajaklah mereka mengobrol dari hati ke hati. Perdalam apa saja faktor yang menyebabkan motivasi kerjanya rendah. Semakin baiknya proses komunikasi yang dibangun manajer maka semakin terbuka alasan-alasan sang karyawan bermotivasi rendah. Dari situlah lalu manajer bisa melakukan pendekatan-pendekatan personal dan manajerial lewat komunikasi yang nyaman. (25 November 2008)

1 Feb 2010

Bisnis Apa Yang Bagus Saat Ini

Bingung mau buka usaha apa?

Apa anda ingin tanya bisnis?

Dan ingin tahu bisnis tersebut prospeknya bagaimana?

Usaha apa yang modalnya kecil?

Ingin bertanya usaha apa yang cocok untuk anda?

Ingin tahu cara-cara buka usaha sendiri?

Usaha apa yang menguntungkan pada saat ini?

kunjungi:

www.superbambang.co.cc


segala jawabannya ada disana...