KATA PENGANTAR
Seni bonsai bukan lagi milik Cina atau Jepang, dan bukan lagi mutlak cerminan sebuah falsafah kepercayaan tertentu-.Mengapa tidak, bonsai yang selama ini ditampilkan dalam nuansa Cina atau Jepang dengan Tokonoma yang dihiasi kaligrafi Cina atau Jepang, kita tampilkan dalam nuansa Islami dengan kaligrafi Arab-
Seni itu hidup, tidak pernah berhenti berinteraksi dengan budaya dan nilai sosial di sekelilingnya.
Karya Agung sang Pencipta, itu adalah milik kita semua-dan tugas kita untuk melestarikannya.
—Robert Steven—
Bonsai merupakan salah satu seni pemangkasan tanaman (pohon) agar tumbuh kerdil, mini, atau cebol. Karenanya, untuk memperoleh bonsai yang sempurna membutuhkan waktu yang relatif lama. Selain itu, juga membutuhkan kreativitas, kesabaran, ketekunan dan kecintaan pembuatannya terhadap tanaman sebagai landasan utama dalam pembuatan dan perawatan bonsai. Istilah bonsai sendiri berasal dari bahasa Mandarin “penzai”. Dalam bahasa jepang, bonsai berasal dari kata bon yang berarti pot dan sai yang berarti tanaman. Dengan demikian bonsai bisa diartikan sebagai tanaman yang dikerdilkan dan ditanam di pot. Hal ini berarti tanaman kerdil, baik tang sudah tua maupun yang memilki kaidah bonsai lainnya, tetapi tidak ditanam didalam pot, tidak dapat disebut dengan bonsai. Sebaliknya, jika ada tanaman atau pohon yang ditanam di pot, tetapi tidak memiliki kriteria bonsai tidak bias disebut dengan bonsai. Perlu diketahui, kerdil dalam seni bonsai memiliki pengertian yang luas. Setiap jenis tanaman memiliki batasan kerdil yang berbeda. Bisa saja tanaman yang tingginya 1 meter dikategorikan kerdil, dan yang tingginya hanya 0,5 meter tidak masuk dalam kategori kerdil. Jadi , kerdil dalam seni bonsai adalah tanaman yang memiliki penampilan lebih mungil dari pada tanaman aslinya. Karenanya, tanaman herba atau semak meskipun tingginya kurang dari 1 meter tidak bias dikategorikan kerdil. Pasalnya di habitat aslinya memang tingginya hanya sekitar 1 meter.
Tren membonsai sudah dikenal luas sebagai tanaman hias yang tidak akan pernah surut oleh waktu ,karena bonsai memiliki keistimewaan yang sejati. Dan bonsai juga memilki penggemar yang kian bertambah
Seiring berlalunya waktu bonsai akan nampak indah apabila kita mau dan tak sungkan untuk merawatnya.
Dan sudah tentu membonsai juga ikut menghijaukan bumi dengan pekarangan yang tidak begitu luas.kita bisa memiliki pohon besar berukuran kerdil.
Semoga buku ini dapat menambah pengetahuan anda tentang bagaimana memulai imajinasi dan kreativitas anda dalam bonsai.semoga bermanfaat.
Benny Krismanto
Sejarah bonsai
Istilah bonsai ini muncul di jepang pada pemerintahan Kamakura (1192-1333) yang dicatat dalam Kasuga Srhire. Pada masa yang sama, sebuah ilustrasi tentang bonsai muncul dengan gambar yang terkenal milik seorang pendeta bernama honen, Ilustrasi itu menggambarkan bonsai dibuat de4ngan tujuan memenuhi kepuasan penggemarnya. Pada masa itu pohon-pohon dikumpulkan berbagai lokasi, seperti pegunungan dan lading, lalu dikerdilkan dan ditanam di pot.
Meskipun kata “bonsai” berasal dari bahasa jepang, seni bonsai pertama kali muncul di Cina pada masa pemerintahan Dinasti Tsin (265-420) dan semakin marak pada masa Dinasti Tang (618-907). Pada masa Dinasti yuan (1280-1368) banyak pejabat, pelajar, dan pedagang dari Jepang yang membawa seni bonsai itu ke negerinya. Di Jepang, pada tahun 1309, seni bonsai ini mulai marak dan banyak digemari masyarakat. Bukti konkretnya adalah banyaknya lukisan karya Takakane Takashima yang menggunakan bonsai sebagai objeknya
Bakalan bonsai
Tanaman atau pohon yang akan dibuat menjadi bonsai disebut dengan bakalan bonsai. Bakalan bonsai berupa tanaman yang diambil dari alam atau dari hasil perbanyakan, baik biji, setek, cangkok, okulasai, maupun enten. Dari mana pun asalnya, tanaman yang dimaksud harus memiliki kriteria-kriteria khusus. Hal ini disebabkan tidak semua jenis tanaman bisa dibentuk menjadi bonsai. Jika kriteria-kriteria tersebut terpenuhi, tentu kita bisa mendapatkan bonsai yang sempurna.
JENIS TANAMAN YANG BISA DIBONSAI
Umumnya, tanaman yang akan dibonsai harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
a. Tanaman Dikotil
Tanaman dikotil atau berkeping dua umumnya berbentuk pohon yang keras dan berekambium. Jenis tanaman inilah yang paling ideal dijadikan bonsai. Tanaman jenis monokotil (seperti jenis kelapa dan bamboo) bisa juga dikerdilkan, tetapi disebut dengan bonsai sejati. Demikian juga dengan jenis semak dan perdu. Meskipun bisa dikerdilkan, tidak bisa dijadikan bonsai sejati.
b. Berumur Panjang
Idealnya, bonsai dibuat dari tanaman yang berumur panjang. Pasalnya, bonsai merupakan seni yang terus tumbuh, sehingga memerlukan tanaman yang biasa bertahan hidup puluhan, bahkan ratusan tahun.
c. Tahan Hidup Menderita
Tanaman yang akan dibonsai sebaiknya tahan hujan dan panas. Selain itu, juga tahan terhadap kondisi wadah yang sempit dan terbatas. Sebagai bonsai, tanaman harus biasa hidup terus meskipun jumlah makanan atau nutrisinya sedikit dengan perkembangan akar dan batang yang seadanya.
d. Bentuknya Indah Secara Alami
Secara alami, pohon yang akan dibonsai harus sudah memiliki daya tarik atau keindahan, baik daun, batang, akar, bunga, maupun buahnya. Keindahan tersebut akan semakin menonjol dan proporsional setelah mendapatkan perlakuan sesuai dengan tata cara pembonsaian yang benar.
e. Tahan Mendapat Perlakuan
Untuk mendapatkan bonsai yang sempurna, pohon atau bakalan bonsai perlu diperlakukan dengan teknik-teknik tertentu (detraining). Perlakuan seperti sebenarnya merupakan bentuk penyiksaan terhadap tanaman. Biasanya, tanaman yang tidak tahan akan mati. Karenanya, tanaman harus tahan dipahat, dikawat, dan juga dipangkas setiap saat.
Contoh tanaman yang bisa dibuat bonsai di antaranya,
Yaitu:
- Azalea, -Cemara udang,
- Cemara perak, -kaliage
- Pinus, -Serut,
- Asam, -Sakura,
- Ulmus, -Kemuning,
- Jeruk, -Sianto,
- Beringin, -Hokiantea,
- Bougenvill, - Buxux
- Delima, -Kiputri dan tumbuhan lain.
IMAJINASI ADALAH KUNCI
Membuat bonsai tampaknya mudah dan sederhana. Padahal, membuat bonsai yang baik sebenarnya cukup sulit bagi orang awam dan gampang-gampang susah bagi yang sudah mengetahuinya. Yang jelas, menciptakan bonsai yang baik membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Paling cepat 2-4 tahun. Lamanya waktu tergantung pada jenis tanamannya. Ada 4 ukuran tinggi bonsai yang bisa dipilih, yakni miniature, kecil, sedang, dan rata-rata. Biasanya bonsai miniature tinggi hanya sekitar 5cm dan dipersiapkan selama sekitar 5 tahun. Bonsai kecil tinggi 5-15cm yang membutuhkan waktu persiapan sekitar 5-10 tahun. Bonsai berukuran sedang tinggi 15-30cm yang memerlukan waktui persiapan sekitar 3 tahun. Membuat bonsai membutuhkan kreativitas, ketekunan, ketelitian, dan kasih sayang.
MODEL ATAU GAYA BONSAI
Model atau gaya bonsai paling dasar yang perlu dikuasi pemula adalah berdasarkan gaya tumbuhnya, yakni formal dan menggantung. Penjabaran lebih jelas kedua gaya ini adalah sebagai berikut:
a.formal
Model atau gaya formal mengikuti pertumbuhan normal dari tanaman yang bersangkutan. Gaya ini terdiri dari tegak lurus, tegak berliku, dan miring.
1. Tegak Lurus (Chokkan)
Bonsai dengan gaya tegak lurus memiliki batang yang tegak lurus dari pangkal akar sampai ke top mahkota atau puncak batang. Diameter pangkal batang besar dan semakin ke atas batang semakin mengecil. Demikian juga dengan cabang dan ranting pun semakin ke ujung semakin mengecil. Diameter cabang dibagian bawah lebih besar dibandingkan dengan bagian atas. Akar bonsai ini kuat dan menjalar ke segala arah dipermukaan media tanam. Bonsai dengan gaya ini memiliki jarak antar cabang yang tidak merata. Semakin ke atas jarak antar cabangnya semakin rapat. Arah percabangan harus diperhatikan. Pembentukkan bonsai dengan gaya tegak lurus diawali dengan menentukan
cabang yang akan dijadikan sebagai top mahkota. Setelah cabang top mahkota ditentukan, batang yang terletak diatasnya dipotong. Sebaiknya, pemotongan batang tersebut menghadap kesamping atau kearah belakang agar bekas pemotongan tidak tampak didepan.
2. Tegak Berliku ( Moyogi )
Bonsai dengan gaya tegak berliku memiliki batang yang tegak, tetapi berlekuku-lekuk. Seperti halnya bonsai dengan gaya tegak lurus, bonsai ini juga memiliki pangkal batang yang besar dan semakin ke top mahkota mengecil. Cabang bagian bawah lebih besar dibandingkan cabang dengan bagian atasnya. Namun, cabang bagian atas itu tampak tumbuh di setiap lekukan batang. Cabang bagian bawah dibentuk hingga tingginya sepertiga dari tinggi keseluruhan batang. Lekukan sebaiknya selalu dibuat mengarah kekiri dan kekanan atau sebaliknya. Agar terkesan alami, arah cabang perlu dibuat kedepan agak menyerong kekiri atau kekanan, sehingga lekukannya tampak dari arah depan.
3. Gaya Miring (Slanting)
Bonsai dengan gaya miring mengesankan sebuah pohon yang tumbuh di sebuah lereng atau tanah yang miring. Bonsai dengan gaya ini memiliki pangkal batang yang lebih besar dari pada pucuk batangnya. Akarnya harus terkesan kuat menahan tegaknya pohon. Pembentukan bonsai bergaya miring diawali dengan pengawetan batang. Batang yang tadinya tumbuh tegak diubah arah tumbuhnya ke samping dengan melakukan pengawatan. Lama-kelamaan, batang yang dikawat akan tumbuh miring dengan sendirinya. Arah percabangan sebaiknya dibuat sejajar dengan
permukaan tanah atau merunduk kea rah permukaan tanah, sehingga kesan miring bisa terlihat jelas.
b. Menggantung ( cascade )
Gaya ini berlawanan dengan pertumbuhan normal tanaman. Gaya ini ada dua, yakni semi menggantung dan murni menggantung
1. Setengah Menggantung (Han-Kengai )
Bonsai dengan model setengah menggantung mengesankan pohon yang tumbuh di tempat-tempat tandus, seperti tebing yang curam. Pohon di sela-sela tebing pertumbuhannya akan membelok ke atas mencari cahaya. Jika dipindahkan ke pot, pohon itu tampak miring dan menggantung. Bonsai dengan gaya ini puncak atau top mahkotanya tidak boleh melebihi bibir pot
2. Menggantung ( Kengai )
Gaya menggantung sama dengan gaya setengah menggantung, hanya top mahkotanya melebihi atau jauh dibawah biir pot. Cara pembentukannya juga sama dengan pembentukan bonsai bergaya setengah menggantung.
Adapun gaya lain yang bias dipraktekkan oleh para penggemar bonsai pada umumnya mengikuti tumbuhnya pepohonan di alam liar yaitu sebagai berikut:
A.Literati ( Bujingi )
gaya yang utama adalah contoh dari pohon yang harus berjuang untuk bertahan hidup. Di alam ini gaya pohon tumbuh di daerah-daerah padat oleh banyak pohon-pohonan dan kompetisi yang sangat sengit pohon hanya dapat hidup jika tumbuh lebih tinggi, di antara pohon sekitarnya. Trunk crookedly yang tumbuh ke atas dan benar-benar tanpa percabangan karena matahari hanya menyinari bagian atas pohon. Untuk memastikan bahwa persaingan diantara pohon terlihat ketat, beberapa cabang “Jinned” (tanpa kulit). Bila kulit telah dihapus dari satu sisi trunk, trunk yang disebut sebagai “Shari”. Idenya adalah untuk menunjukkan bahwa pohon benar-benar harus berjuang untuk bertahan hidup. Pohon ini biasanya ditempatkan dalam,pot kecil, atau sepanjang Pot.
b. Tertiup Angin Kencang ( Fukinagashi )
Gaya ini juga mengesankan pohon yang harus bertahan hidup dikala terpaan angin besar yang melanda.seluruh daun cabang dan batang miring kesatu arah konstan dikarenakan tiupan angina sehingga akar mengesankan kuat
c. Berbatang Double ( Sokan )
gaya bonsai yang satu ini biasa terdapat di alam bebas,dan teknik membonsai gaya ini sangat biasa di lakukan ,dua batang dalam satu akar yang kuat.namun ada juga salah satu batang terkalahkan oleh batang yang lain.dan batang yang kecil menyentuh tanah atau lebih ramping,namun keduanya membentuk mahkota diatasnya.
d. Berbatang banyak ( Kabudachi )
Gaya membonsai yang satu ini memiliki kesamaan dengan gaya membonsai double,namun lebih dari 3 batang yang kesemuanya tumbuh diatas akar yang sama,dan membentuk mahkota disalah satu batang yang tertinggi.
e.Hutan /group ( Yose-Ue )
Gaya membonsai ini juga memiliki kesamaan dengan gaya kabudachi hanya saja terdiri dari berbagai macam jenis pohon dan bentuk gaya yang beragam dan pohon utama diletakkan ditengah pot .gaya ini juga memiliki pot yang unik ,datar dan lebar agar memiliki kesan hutan yang sesungguhnyanamun harus diingat pilihlah pot yang sesuai agar memiliki kesan alami
f.Akar menerjang bebatuan ( Seki-Joju)
Di pegunungan karang yang terjal terkadang pohon harus mencari tanah yang subur untuk akar mereka.dan tanah yang subur ini terdapai di pecahan karang atau bahkan ada di bawah karang itu sendiri.Dalam membonsai pohon harus ditempatkan dipot diatas batuan.dan batuan yang digunakan harus memiliki kesan unik agar memiliki daya tarik tersendiri.
g. tumbuh diatas bebatuan ( Ishisuki )
Gaya ini tebilang unik karna pohon harus tumbuh dicelah atau dilobang bebatuan.artinya pohon harus tumbuh dengan nutrisi tanah dan air yang apa adanya.dan pohon harus nampak kurang sehat namun tetap bertahan hidup .karna sedikitnya kadar air dalam tanah kita harus sering menyirami pohon ini.dan dan harus diingat pula batuan harus dapat menyimpan kadar air.
h.Tumbang mengakar ( Ikadabuki )
Terkadang pohon yang tumbang dapat terus tumbuh.karena akar masih ada dan nutrisi tanah mendukung pertumbuhan.sampai terbentuklah pangakaran yang baru.dan menunjang pertumbuhan,bertunaslah batang (3atau lebih) dengan daun yang lebat .dalam membonsai agar tampak alami buatlah sedemikian rupa penanaman dalam pot seperti pohon yang tumbang namun tetap hidup.
i. Driftwood ( Sharimiki )
Seiring berlalunya waktu.pohon dapat tumbuh dalam berbagai cuaca sehingga akar sampai batang kadang membesar dan meruncing diatas.Dalam pembuatan bonsai gaya ini pergunakan alat2 khusus sehingga bonsai tampak lebih alami, beberapa pohon gundul atau mengembangkan barkless tempat mereka pada batang sebagai akibat dari kondisi cuaca tajam. Barkless porsi yang biasanya dimulai di tempat di mana akar muncul dari tanah, dan berkembang semakin tipis. Intensitas cahaya matahari dapat bleach bagian ini, yang sangat khas membentuk bagian pohon. Bonsai dengan kulit akan dihapus dengan pisau yang sangat tajam dan dianggap barkless spot dengan calcium sulfate untuk mempercepat proses yang pemutihan.
j. Broom ( Hokidachi )
Gaya ini memeperagakan pohon yang tumbuh dengan baik dialam ( sinar matahari yang cukup dan tanah yang bernutrisi) sehingga batang terlihat kuat dan cabang tidak meruncing keatas namun kesegala arah kira-kira 1/3 dari keseluruhan tinggi pohon.dan membentuk setengah lingkaran.di negara bermusim gugur gaya bonsai ini akan terlihat bagus karena batang terlihat saaat daun berguguran.
TEKNIK DASAR DALAM MEMBONSAI
a. pemotongan dan pemangkasan
prinsipnya, pemotongan dan pemangkasan dilakukan hingga lukanya rata dengan permukaan pangkal tumbuhannya. Pemotongan batang atau cabang yang kurang sehat atau pertumbuhannya jelek harus mempertimbangkan pertumbuhan cabang atau lainnya yang sehat. Pertumbuhan bisa diperbanyak dengan cara pemotongan akar mengarah ke samping. agar bentuknya teratur dan penampilannya juga menjadi indah. Ranting yang tidak perlu atau merusak pemandangan bisa dibuang dan gunakan imajinasi dalam memangkasnya
b. pengawatan
Bertujuan membentuk batang, cabang, dan ranting agar tumbuh sesuai dengan arah yang diinginkan. Pengawatan harus dilakukan dengan hati-hati. Jangan terlalu kencang, tetapi jangan terlalu longgar.
PEMBUKAAN KAWAT
Bisa dilakukan setelah kawat tampak tenggelam atau masuk ke dalam batang, cabang, atau ranting bonsai. Dilakukan dengan hati-hati mengikuti arah lilitannya dan harus diusahakan tidak sampai tidak menyebabkan luka
c. posisi bonsai di pot
Posisi yang sempurna ditentukan oleh letak tanaman di pot yang digunakan. Posisi bonsai tergantung pada gaya yang digunakan. Jadi, bonsai tidak harus ditanam ditengah-tengah pot. Dipot persegi panjang, lonjong, atau oval, atau pot memanjang, tanaman bisa diletakan dengan jarak sepertiga dari sisi pot.
d. penanaman
Langkah-langkah penanaman bonsai:
- siapkan pot, media tanam, dan bakalan bonsai
- kurangi akar bakalan bonsai agar sesuai dengan ukuran pot
- masukkan sebagian media tanam ke dalam pot
- tanam bakalan dengan posisi tanam yang pas
- masukkan kembali media tanam untuk menguatkan posisi tanam tersebut, kemudian padatkan menggunakan ujung jari dan telapak tangan
- rawat bonsai dengan baik
e. Menciptakan kesan tua
Bonsai akan lebih bagus jika tanaman tersebut diberi kesan tua. Kesan tua ini biasanya ditandai dengan pertumbuhan cabang yang rata-rata merunduk ke bawah dan akar yang menjalar sampai permukaan tanah
A. PENYIRAMAN
Pada musim kemarau bonsai sebaiknya disiram setiap hari, pada pagi dan sore hari. Air untuk penyiraman harus air jernih, bersih, tidak berbau, dan bebas garam. Penyiraman dilakukan dengan dua cara. Pertama, menyiramkan air secara langsung kepada media tanam. Kedua, mencelupkan pot bersana media tanamnya kedalam air hingga air dapat meresap dan media tanam basah benar.
B. PEMUPUKAN
Harus dilakukan dengan dosis yang tepat. Frekuensi pemupukan yang disarankan adalah sebulan sekali dengan pupuk yang digunakan NPK dan urea. Pupuk daun juga bisa diberikan sebulan tiga kali.
C. PENYIANGAN DAN PEMANGKASAN
Penyiangan dilakukan setiap hari. Terutama jika terlihat adanya gulma (tanaman liar) di media tanam. Untuk menghindari gulma disarankan untuk memberi lumut di permukaan media tanam. Lumut berwarna hijau sekaligus berfungsi sebagai indicator kelembapan. Pemangkasan batang, cabang, ranting, dan daun bonsai dilakukan untuk membentuk bonsai sesuai dengan keinginan. Disesuaikan dengan kebutuhan atau sesuai dengan kondisi bonsai itu sendiri. Jika pertumbuhan bonsai jenis tanaman yang cepat, pemangkasan dilakukan sebulan sekali. Jika bonsai tanaman yang pertumbuhannya lambat, pemangkasan cukup dilakukan 2-3 bukan sekali
D. PEMBUKAAN KAWAT
Bisa dilakukan setelah kawat tampak tenggelam atau masuk ke dalam batang, cabang, atau ranting bonsai. Dilakukan dengan hati-hati mengikuti arah lilitannya dan harus diusahakan tidak sampai tidak menyebabkan luka.
E. REPOTTING
a. pengganti media tanam dan pemangkasan akar
Harus dilakukan jika akar telah tumbuh padat. Biasanya pada saat bonsai berumus enam bulan atau satu tahun sejak pembuatan.caranya, bonsai dilepaskan dari potnya, kemudian separuh dari media tanam yang menenpel pada perakaran dibuang dan separuhnya dibiarkan tetap menempel
b. pengganti dan perubahan tata letak pot bonsai
Dilakukan pada saat penggantian media tanam. Sama dengan penggantian media tanam,jika bonsai sudah semakin membesar dan akarnya memenuhi pot. Idealnya dua kali penggantian media tanam. . Diupayakan agar pada waktu mengganti pot, tidak mengganggu sistem perakaran dan hindari pemotongan akar. Repotting dilakukan pada awal kemarau, untuk menghindari akar menjadi busuk karena setiap pengangkatan akar, biasanya akan meninggalkan luka kecil dan bisa menjadi infeksi kalau kena air.
Faktor pendukung
menjaga factor-faktor berikut dapat membuat bonsai anda normal dan tumbuh sehat :
Cahaya: Bonsai membutuhkan cahaya konstan yang terang.baiknya bonsai diletakkan di tempat yang tidak terlalu terik terkena cahaya matahari.seperti dibawah pohon besar atau diambang jendela. dimusim penghujan yang cahayanya kurang.dapat ditambahkan dengan lampu khusus yang tersedia dipusat tanaman .
Suhu: Pada musim dingin, memelihara tanaman bonsai dari windowsills dan langsung dari sumber panas seperti radiators. Selama musim dingin, jika bonsai tidak menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan, minimum suhu 50 ° F (10 ° C) akan berlaku. Selama musim berkembang, sebagian besar bonsai memerlukan suhu dari 60 hingga 70 ° F (15 sampai 21 ° C).
Pot Bonsai: Pot harus memiliki satu atau lebih lubang drainase di bawahnya dan mungkin juga memiliki beberapa lubang kecil untuk mengikat pohon di pot tersebut.
Potting kompos: Pemberian kompos dalam jumlah yang seimbang antara pasir dan lumut agar tanah didalam pot tidak terlalu basah namun akan terdeteksi kurangnya air dari lumut yang kering.
Air dan kelembaban: Bonsai harus terus dipelihara lembab, terutama tetapi tidak boleh terlalau banyak air. Hal ini akan memblokir aliran udara melalui kompos dan sebagainya membahayakan kesehatan tanaman.cek kondisi tanaman di pagi hari, untuk mencegah penyakit seperti jamur.
Pupuk: seimbang dengan pupuk setiap tiga sampai empat bulan Gunakan tinggi kalium karbonat pakan dari pertengahan musim gugur hingga pertengahan musim dingin. Tidak berlaku pupuk dari pertengahan musim dingin hingga pertengahan musim semi
Perawatan perkakas bonsai anda.
Beberapa hal yang mungkin untuk mendapatkan perawatan dan pemeliharaan alat-alat Anda. Ingat Anda memiliki investasi yang signifikan dalam perangkat Anda, beberapa menit setelah menggunakanmereka harus segara dibersihkan.
1. WD40: spray ini menyapu bersih getah pohon dan sebagainya dan biasanya digunakan untuk mencegah karat.
2. Alkohol: disarankan untuk mensterilkan alat Anda setelah digunakan disetiap pohon. Saya menemukan bahwa lebih sedikit. Bersihkan dengan alkohol dan menindaklanjuti dengan WD40.
3. Lighter Fluid: Gunakan untuk membersihkan getah apapun yang menempel ke perangkat. Nail polish remover tampaknya baik untuk digunakan .
4. Honing Stones: tajamkan selalu pisau potong anda apabila sudah terlalu tumpul .Dalam hal ini jika Anda merasa tidak nyaman dalam menanggulangi pekerjaan ini, bawa ke profesional. Pembersihan alat dengan baik akan menyembuhkan luka tanaman lebih cepat.
5. Gun Biru: The Black alat Jepang telah dirawat dengan bluing pada proses meniru. Tidak ada cara yang bisa kita ulangi proses ini, tapi senapan biru yang kedua adalah hal yang terbaik.
PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
Cara yang paling mudah untuk mengendalikan hama dan penyakit bonsai adalah dengan perawatan dan pengamatan secara teratur.Mmeskipun demikian ,kalau serangan tetap terjadi perlu dilakukan upaya penanggulangan sebagai berikut .
Bila ternyata tanaman tetap sakit walau perawatan dan pemeliharaan sudah betul,maka hal pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa dengan teliti jenis tanaman .bila tak ada tanda2 serangan didaun kita juga perlu melihat akar ,bila penam pilan akar masih kuat dan ujung akar masih berwarna putih berarti fungsi akar masih baik
Namun bila akar berwarna kecoklatan dan berubah bentuk,bisa dipastikan ada hama atau penyakit yang menyerang .
Adapun hama dan penyakit yang biasa menyerang bonsai adalah sebagai berikut :
A.aphis
Serangga ini biasa terlihat bibawah daun mengumpul di tulang atau pucuk daun / tunas daun,pengendalian hama ini cukup mudah dengan cara meyemprotkan air bertekanan tinggi supaya jatuh dan mati,atau dapat pula kita gunakan insektisida ringan.
B.semut
Sebenarnya semut tidak merugikan bonsai secara langsung namun semut muncul bersamaan dengan aphis,dan membantu penyebaran aphis.
C.aphis akar
Aphis ini dapat menyebabkan daun bonsai menjadi layu. Ia merupakan serangga putih kecil yang hidupnya di akar tanaman. Namun jangan salah sebab ada sejenis cendawan yang hidupnya juga diakar, sering berbentuk buntalan-buntalan kecil bening dan umumnya terdapat di akar pohon pinus (Mycorrhiza). Cendawan ini menguntungkan bagi tanaman, sebab ia bersimbiosis mutualisme dengan akar tanaman tersebut.
Hama Aphis akar bisa dikendalikan dengan penyemprotan insektisida yang diinjeksikan langsung ke dalam tanah.
D.KUTU WOL atau KUTU PUTIH
Hama ini biasa dijumpai di batang, dicabang-cabang atau pangkal tangkai daun, dan disepanjang tulangdaun. Bentuknya seperti bola kapas atau wol kecil-kecil. Perlakuan pengendaliannya sama dengan Aphis.
E.KUTU TEMPURUNG atau PERISAI
Koloninya biasanya menempel dipermukaan bawah daun, baik dipohon lunak atau keras. Bentuknya seperti tempurung atau sisik-sisik kecil, umumnya berwarna coklat. Pengendalian bisa dilakukan dengan membuangnya menggunakan tangan, sikat halus atau dengan insektisida sistemik.
F.ULAT DAUN
Hama ini mudah terlihat, dan sering berada tidak jauh dari tanamannya, sehingga penaggulangannya pun lebih mudah. Caranya cukup dengan mengambil ulatnya bila terlihat lalu membunuhnya, atau semprot dengan insektisida secara berkala untuk menghindari serangan.
G.TUNGAU MERAH
Hama ini biasanya menyerang tanaman juniperus, blackpine, bila cuaca lebih kering dari biasanya. Gejala serangan: daun menjadi kekuningan dan pucat. Umumnya ia hanya menyerang bagian-bagian tertentu dari tanaman. Untuk melihatnya, Anda harus meletakkan selembar kertas putih bersih di bawah tajuk, lalu batangnya ditepuk-tepuk supaya hama jatuh. Di atas kertas itu akan terlihat makhluk kecil berwarna merah yang berjalan pelan. Untuk melihat bentuknya secara jelas makhluk itu harus diletakkan dibawah kaca pembesar atau mikroskop.
Perlakuan khusus harus diberikan untuk menaggulangi hama ini, biasanya digunakan Akarisida Sistemik yang sesuai dan dosis yang dianjurkan. Pengendalian secara dini harus dilakukan pada saat periode vegetatif muncul.
H.CACING TANAH
Sebenarnya hewan ini tidak merusak secara langsung tapi kotoran yang dikeluarkannya sangat lengket hingga bisa menyebabkan terganggunya drainase. Jadi hama ini harus dihindari.
I.SIPUT
Hewan ini memakan seluruh bagian tanaman. Pemberantasannya harus dilakukan pagi-pagi benar, sebab aktifitasnya hanya pada malam hari. Namun ia juga bisa dikendalikan dengan cara meletakkan pellet beracun khusus untuknya. Cara lain yang lebih mudah, yaitu memancing kedatangannya dengan meletakan tapai singkong atau ketan diatas permukaan tanah pada malam hari, lalu keesokan paginya siput yang ada di sekitar tapai dibunuh.
J.THRIPS
Serangga ini umumnya menyerang daun tanaman beringin (Ficus benyamina). Daun yang diserangnya akan melipat dan menangkup. Bila tangkupannya dibuka , didalamnya terlihat serangga Thrips itu. Bentuknya seperti jarum-jarum berjalan, bila diganggu kadang bagian belakang tubuhnya (abdomen) mengangkat ke atas.Ukurannya kecil
Selain berbagai jenis seranggga diatas. Hewan peliharaan anda seperti kucing,ayam,anjing,kelinci,dapat mengganggu pertumbuhan bonsai anda,dan yang perlu diingat jauhkan bonsai dari jangkauan anak2. karena anak2 dapat merubah bentuk pengawatan bonsai anda.
SEMOGA BERMANFAAT DAN SELAMAT MENCOBA







Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Thanks for your comment